AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Pemerintah Optimistis Target Investasi Rp900 Triliun Terwujud Akhir 2021

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Minggu, 05 Desember 2021 18:25 WIB
Bahlil Lahadalia optimis target investasi Rp900 triliun bakal tercapai pada akhir tahun 2021.
Pemerintah Optimistis Target Investasi Rp900 Triliun Terwujud Akhir 2021
Pemerintah Optimistis Target Investasi Rp900 Triliun Terwujud Akhir 2021

IDXChannel - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia optimis target investasi Rp900 triliun bakal tercapai pada akhir tahun 2021.

Sudah masuk di penghujung tahun 2021, menurut Bahlil saat ini target tersebut sudah terealisasi 73% dan sisanya akan tercapai hingga penutupan kuartal IV.

"Data yang sudah masuk ke kami, tapi tidak bisa kami kasih data itu, tapi kami kasih gambaran, insyaallah mencapai target," ujar Bahlil dalam diskusi bersama Indikator Politik Indonesia secara daring, Minggu (5/12/2021).

Menurutnya saat ini tingkat kepercayaan atau trust investor luar negeri terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah meningkat dibandingkan sebelumnya.

Bahlil mencontohkan misalnya dengan dampak implementasi UU Ciptaker yang cukup melakukan perizinan melalui satu pintu melalui sistem OSS (Online Single Submission).

"Jadi betul - betul melahirkan suatu cara pandang baru bagi dunia global dan domestik untuk melakukan investasi di Indonesia," sambung Bahlil.

Keoptimisan Menteri Investasi Bahlil juga di dorong dengan pembangunan infrastruktur di daerah yang membuat realisasi investasi di luar Jawa cepat tercapai.

"Misal dulu Maluku Utara, siapa yang mau investasi di sana, jadi sudah mulai merata, dan investasinya itu investasi yang hilirisasi, sebagai wujud transformasi ekonomi," sambung Bahlil.

Menurutnya saat ini porsi investasi di Indonesia sudah bukan hanya didominasi oleh sektor jasa atau gudang, namun sudah banyak yang melakukan investasi berupa barang modal.

"Jadi investasi sekarang itu lebih ke sektor produktif manufaktur, bangun industri, ini kita dorong untuk diperbanyak," pungkasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD