Investasi China di Indonesia masih didominasi oleh sektor industri dasar, seperti industri logam dan ketenagalistrikan. Melalui penandatanganan WAICO ini, Pemerintah menargetkan adanya lompatan aliran modal yang signifikan ke sektor industri berteknologi tinggi yang mampu memperkuat transformasi ekonomi nasional, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Airlangga dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan bisnis dan promosi investasi secara langsung dengan jajaran pimpinan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka China, antara lain ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome.
“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peluang kerja sama konkret yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem industri teknologi tinggi, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat daya saing industri nasional,” kata Airlangga.
(NIA DEVIYANA)