AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

RI Mau Kurangi Emisi Karbon 29 Persen di 2030, Tak Semudah Itu Ferguso

ECONOMICS
Athika Rahma
Jum'at, 14 Januari 2022 17:36 WIB
Pemerintah memasang target dapat menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030. Namun, target tersebut tidak mudah tercapai.
RI Mau Kurangi Emisi Karbon 29 Persen di 2030, Tak Semudah Itu Ferguso (FOTO: MNC Media)
RI Mau Kurangi Emisi Karbon 29 Persen di 2030, Tak Semudah Itu Ferguso (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memasang target dapat menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030. Namun, target tersebut tidak mudah tercapai.

Plh. Kepala Divisi Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi mengatakan, setidaknya ada 2 hambatan besar khususnya bagi perusahaan tambang untuk mempercepat dekarbonisasi.

"Pertama, teknologi, bagaimana kita bisa mengurangi emisi di PLTU. Ada inisiatif namanya Carbon Capture and Storage (CCS), secara teknologi ini mahal dan belum benar-benar bisa diterapkan secara masif," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (14/1/2022).

Pria yang akrab disapa Benny itu melanjutkan, emisi dikategorikan dalam beberapa scoop. Scoop pertama adalah emisi yang dikeluarkan langsung dari operasi penambangan. Scoop kedua, dikeluarkan dari sumber energi mitra perusahaan tambang dan scoop ketiga dikeluarkan di upstream dan downstream.

Menurutnya, emisi yang dikeluarkan dari sisi downstream tidak kalah besar jumlahnya. Pada 20219, sebanyak 93% emisi yang dikeluarkan MIND ID berasal dari sisi downstream. Hal ini juga sulit dikendalikan perusahaan.

"Jadi ada di customer yang menggunakan batu bara untuk kebutuhannya," ujarnya.

Lalu, hambatan besar yang kedua ialah harga. Benny menyebutkan, terdapat inisiatif untuk mengganti bahan bakar alat operasional tambang dari minyak menjadi LNG. Namun, harganya masih mahal.

"Makanya hambatan seperti ini jadi tantangan kita menyusun strategi, karena bisa jadi sekarang belum bisa, 10 tahun atau 15 tahun sudah bisa, baik dari teknologi maupun harga," katanya.

MIND ID sendiri sudah melakukan beberapa insiatif mengurangi emisi karbon seperti meningkatkan kinerja reklamasi dan mengkonversi alat tambang dari konvensional ke yang lebih ramah lingkungan.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD