AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Riwayat Bandara Halim Perdanakusuma, Awalnya Bernama Lapangan Terbang Tjililitan

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Sabtu, 06 November 2021 11:10 WIB
Bandara Halim Perdana Kusuma pada awalnya Lapangan Terbang Tjililitan.
Riwayat Bandara Halim Perdanakusuma, Awalnya Bernama Lapangan Terbang Tjililitan (Dok: @@liputanwargakpirian)
Riwayat Bandara Halim Perdanakusuma, Awalnya Bernama Lapangan Terbang Tjililitan (Dok: @@liputanwargakpirian)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan akan merevitalisasi Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta. Sebelum dikenal dengan nama bandara Halim Perdanakusuma pada tahun 1960, bandar udara ini ternyata diketahui bernama Lapangan Terbang Cililitan.

Dilansir dari situs resmi Angkasa Pura II, adapun sejarah dari berdirinya Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dimulai sejak abad ke-17 yang difungsikan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Pada abad ke-17, daerah Cililitan merupakan sebuah tanah partikelir yang dimiliki oleh Pieter van der Velde oleh Belanda.

Kemudian, Pada tahun 1924, sebagian tanah tersebut dijadikan sebuah lapangan terbang pertama di kota Batavia. Lapangan terbang tersebut dinamakan Vliegveld Tjililitan (Lapangan Terbang Tjililitan). 

Pada tahun yang sama, lapangan terbang ini menerima kedatangan pesawat dari Amsterdam yang kemudian menjadi penerbangan internasional pertama di Hindia Belanda.

Pada tanggal 20 Juni 1950, Belanda sepenuhnya menyerahkan lapangan terbang ini kepada pemerintah Indonesia. Sehingga lapangan terbang ini  dioperasikan  oleh AURI dan dijadikan pangkalan udara militer. 

Bertepatan dengan 17 Agustus 1952, lapangan terbang ini berganti nama menjadi Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk mengenang almarhum Abdul Halim Perdanakusuma yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Disamping sebagai pangkalan militer, Halim juga digunakan sebagai bandar udara sipil utama di kota Jakarta bersamaan dengan Kemayoran. 

Pada tahun 1974, bandar udara ini harus berbagi penerbangan internasional dengan Kemayoran karena padatnya jadwal penerbangan. 

Sebagai informasi, Bandara Halim sempat ditunjuk menggantikan peranan Kemayoran yang semakin padat. Namun hasilnya justru tertuju kepada pembangunan sebuah bandar udara baru di daerah Cengkareng. 

Pada tahun 2013, Halim memberikan 60 slot/jam untuk penerbangan berjadwal domestik maupun internasional.

Pada awal pembukaannya, bandara Halim Perdanakusuma menjadi bandara yang hanya melayani penerbangan VVIP dan charter flight. 

Namun, sejak 10 Januari 2014, bandara ini resmi  beroperasi sementara menjadi bandara komersial mulai untuk membantu penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta yang cukup padat. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD