Penguatan ini sejalan dengan tren mata uang kawasan Asia yang terapresiasi berkat aksi intervensi bank sentral di sejumlah negara regional.
Langkah stabilisasi tersebut memberikan amunisi positif bagi pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik. Mengutip data Bloomberg pukul 09.03 WIB, imbal hasil (yield) SBN tenor pendek hingga menengah mulai bergerak melandai, di mana tenor 1 tahun terpangkas paling dalam sebesar 4,5 bps ke level 6,79 persen, disusul tenor 2 tahun yang melandai 0,5 bps ke level 6,87 persen dan tenor 3 tahun yang terkoreksi 0,4 bps menjadi 6,95 persen.
Sementara itu untuk tenor menengah, yield SBN tenor 5 tahun mencatatkan penurunan 1,7 bps ke posisi 7,11 persen, serta tenor acuan 10 tahun melandai 0,9 bps menuju level 7,20 persen.
Apresiasi nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan ini turut disokong oleh konsistensi langkah intervensi tiga jalur (triple intervention) yang ditempuh Bank Indonesia melalui transaksi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pasar NDF offshore.
(NIA DEVIYANA)