sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Kembali ke Level Rp18.000 per USD, Ini Kata Airlangga

Economics editor Anggie Ariesta
10/07/2026 18:56 WIB
Menurut Airlangga, rupiah masih terjaga didukung sejumlah indikator seperti pertumbuhan ekonomi dan neraca perdagangan yang menunjukkan kinerja baik.
Rupiah Kembali ke Level Rp18.000 per USD, Ini Kata Airlangga. Foto: iNews Media Group.
Rupiah Kembali ke Level Rp18.000 per USD, Ini Kata Airlangga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai fundamental dalam negeri tetap kuat meskipun nilai tukar rupiah kembali ke level Rp18.000 per USD pekan ini.

Menurut Airlangga, rupiah masih terjaga didukung sejumlah indikator seperti pertumbuhan ekonomi dan neraca perdagangan yang menunjukkan kinerja baik selama sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

"Kalau kita lihat, pertumbuhan ekonomi kemarin masih baik di 5,61 persen. Kemudian, neraca perdagangan year to date juga masih positif," kata Airlangga usai agenda Kadin Diplomatic Economic Breakfast, Jumat (10/7/2026).

Airlangga menambahkan, terkait defisit neraca dagang Juni dipengaruhi oleh melonjaknya impor BBM di pasar global, bukan dari daya saing ekspor.

"Kemarin satu bulan memang negatif karena memang dari segi impor BBM itu memang harganya spike, harganya naik," kata Airlangga.

Terkait ekspor kelapa sawit, batu bara dan juga ferro alloy, Airlangga menegaskan tidak ada perubahan drastis. Angka ekspor dari tiga komoditas yang akan diurus oleh PT DSI ini relatif sama dengan Mei.

Airlangga pun menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga inflasi tetap terjaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.

"Dan ini terus kita jaga dan juga pemerintah mendorong beberapa insentif termasuk insentif untuk industri chemicals di mana impor bahan baku plastik akan di-nol-kan dan ini PMK-nya sedang dibuat," ujar dia.

Kemudian, Airlangga mengatakan pemerintah juga sudah mengatasi masalah industri petrochemical. Pemerintah menetapkan Bea Masuk (BM) 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia untuk enam bulan ke depan.

Kemudian, program-program pemerintah seperti KUR dan subsidi KPR, yang capaiannya dinilai relatif baik dan aman.

"Dari segi perbankan relatif aman memang dana pihak ketiga juga di perbankan double digit dan kita melihat kredit juga udah mulai berjalan sudah meningkat dibandingkan kuartal yang lalu," ujarnya.

Selain itu, Airlangga menegaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di dalam kisaran 5 persen.

"Jadi relatif semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid," kata dia.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement