Dari dalam negeri, perhatian investor tersedot oleh isu transisi kepemimpinan di Bank Indonesia pascapengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Untuk meredam ketidakpastian, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat intervensi stabilisasi kurs rupiah guna menopang pencapaian target inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pasar juga fokus terhadap ketidakpastian mengenai suksesi pimpinan bank sentral setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, tekanan fiskal daerah, dan hambatan ekspor mineral,” kata Ibrahim.
Mempertimbangkan berbagai faktor risiko global maupun domestik tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah untuk sepekan mendatang akan berada pada kisaran Rp17.920 hingga Rp18.300 per dolar AS.
(Nur Ichsan Yuniarto)