sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Satgas Saber Pangan Jabar Temukan Harga Telur Ayam Berfluktuasi

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
17/03/2026 00:35 WIB
Satgas Jabar mendapati harga telur ayam mulai berfluktuasi karena sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
Satgas Saber Pangan Jabar Temukan Harga Telur Ayam Berfluktuasi  (FOTO:iNews Media Group)
Satgas Saber Pangan Jabar Temukan Harga Telur Ayam Berfluktuasi (FOTO:iNews Media Group)

Hasil penelusuran membuahkan hasil yang positif. Pihak produsen dan distributor berkomitmen memasang harga telur ayam yang lebih rendah sampai Idulfitri mendatang. Adapun produsen yang memasok telur ayam ke Kota Bandung berasal dari Blitar, Jawa Timur.

"Tadi kami sudah melakukan komunikasi langsung dengan teman-teman peternak Blitar. Bersama Direskrimsus Polda Jabar Bapak Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono, telah disepakati harga produsen untuk diturunkan, sehingga harga grosir telur ayam bisa sekitar Rp27.500 per kilogram. Jadi harga di pengecer masih bisa di Rp30.000 per kilogram," kata Ketut.

Untuk diketahui, Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen untuk telur ayam ras ditetapkan maksimal Rp26.500 per kg. Sementara, Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen maksimal Rp30.000 per kg. Beleid yang mengatur ini ada di Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024.

Komoditas telur ayam ras sendiri menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat memiliki inflasi 5,79 persen di Februari 2026 dilihat secara tahunan (year-on-year). Sementara, andil telur ayam ras terhadap inflasi umum secara tahunan berada di level 0,06 persen.

Kendati demikian, telur ayam ras punya andil positif pula terhadap eskalasi Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan yang meningkat di Februari 2026 menjadi berada di level 103,62. Indeks harga yang diterima petani unggas pun melejit ke 133,63 di Februari 2026. Ini menjadi pencapaian indeks tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement