AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Sebanyak 279 Juta Data Bocor, Kemenkominfo Imbau Pengguna Perbarui Password

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti
Jum'at, 21 Mei 2021 09:34 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belum dapat memastikan kebenaran soal dugaan 279 juta data penduduk Indonesia dijual di Raid Forums.
Sebanyak 279 Juta Data Bocor, Kemenkominfo Imbau Pengguna Perbarui Password. (Foto: MNC Media)
Sebanyak 279 Juta Data Bocor, Kemenkominfo Imbau Pengguna Perbarui Password. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belum dapat memastikan kebenaran soal dugaan 279 juta data penduduk Indonesia dijual di Raid Forums. Namun, kementerian mengimbau pengguna untuk selalu memperbaharui kata sandi.

Juru bicara Kemkominfo, Dedy Permadi, tim Ditjen Aptika (Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika) sampai saat ini masih terus melakukan penelusuran. Namun hingga Kamis malam (20/5), pukul 20.00, tim belum bisa menyimpulkan telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah masif.

"Tim masih bekerja dan sejauh ini belum dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga," tutur Dedy dalam keterangan tertulis.

"Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar," imbuhnya.

Penelusuran maupun penyelidikan soal kebocoran data ini pun masih terus dilakukan secara mendalam dan untuk perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan nanti. Kemkominfo juga masih berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kemkominfo meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi untuk semakin meningkatkan upaya menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan mentaati ketentuan perlindungan data pribadi serta memastikan keamanan sistem operasi," ujar Dedy lebih lanjut.

Dikabarkan sebelumnya, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut.

Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia.

Adapun informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya.

Sejauh ini belum diketahui data bocor ini berasal dari instansi mana. Namun, berdasarkan unggahan yang bagikan @nuicemedia, dugaan menyebutkan data yang bocor tersebut dari BPJS Kesehatan.

Untuk membuktikan kebenaran data dari 279 juta, si pengunggah data bahkan memberikan sampel berisi 1 juta data penduduk Indonesia. Sampel tersebut diunggah ke laman berbagi file bayfiles, anonfiles, dan mega. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD