sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sejumlah Maskapai Dunia Kerek Harga Tiket Imbas Gejolak Geopolitik, Intip Daftarnya

Economics editor Mei Sada
14/04/2026 13:24 WIB
Sejumlah maskapai dunia mulai menaikkan harga tiket dan mengurangi jumlah penerbangan di tengah lonjakan harga bahan bakar akibat konflik geopolitik global.
Sejumlah Maskapai Dunia Kerek Harga Tiket Imbas Gejolak Geopolitik, Intip Daftarnya. (Foto: iNews Media Group)
Sejumlah Maskapai Dunia Kerek Harga Tiket Imbas Gejolak Geopolitik, Intip Daftarnya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Sejumlah maskapai dunia mulai menaikkan harga tiket dan mengurangi jumlah penerbangan di tengah lonjakan harga bahan bakar akibat konflik geopolitik global.

Seperti diketahui, adanya konflik Iran-AS membuat biaya operasional maskapai meningkat tajam, sehingga berdampak langsung pada harga tiket dan ketersediaan kursi penerbangan.  

Berikut ini sederet daftar maskapai yang terdampak lonjakan harga BBM:

- Thai Airways

Thai Airways menaikkan harga tiket sekitar 10 persen hingga 15 persen untuk menutupi biaya bahan bakar yang meningkat.

- Air New Zealand

Maskapai ini juga menaikkan tarif penerbangan sebesar NZ$10 untuk rute domestik, NZ$20 untuk penerbangan jarak pendek, dan NZ$90 untuk penerbangan jarak jauh.

- Air France-KLM

Air France-KLM memberlakukan biaya tambahan sekitar 50 euro untuk penerbangan jarak jauh pulang-pergi.

- Qantas

Maskapai asal Australia ini mengonfirmasi kenaikan harga tiket, terutama untuk rute internasional.

- AirAsia

AirAsia mengakui kenaikan harga tiket tidak bisa dihindari. Namun, maskapai ini menyebut akan berusaha menekan kenaikan agar tidak terlalu besar dibanding maskapai lain.

Tak hanya menaikkan harga, beberapa maskapai juga mulai mengurangi jadwal penerbangan, di antaranya:

- United Airlines

United Airlines berencana memangkas sekitar 5 persen dari total penerbangan dalam jangka pendek untuk menekan biaya operasional. Langkah ini diambil karena kenaikan harga bahan bakar diperkirakan bisa menambah biaya hingga miliaran dolar per tahun.

Adapun kenaikan harga tiket hingga berkurangnya jumlah penerbangan membuat perjalanan semakin terbatas. Hal ini memicu harga tiket semakin mahal, terutama jika harga bahan bakar masih tinggi.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement