Anindya menegaskan, momentum tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, mengingat APEC memiliki peran sangat besar dalam perekonomian global. Menurutnya, kawasan APEC merepresentasikan sekitar 40 persen populasi dunia dan mencakup 50 persen perdagangan global.
"Buat Indonesia, APEC ini 70 persen, dan 60 persen PDB dunia ada di sini. Jadi ya, ini bisa dibilang seperti multilateral kayak G20, tapi lebih beragam. Dan size-nya juga tetap besar," kata Anindya.
Dia menuturkan, Indonesia mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah rapat ABAC pertama tahun ini. Pertemuan perdana tersebut dinilai krusial karena menjadi ajang penentuan arah kerja dan fokus kelompok kerja ABAC ke depan.
Salah satu fokus utama ABAC tahun ini adalah integrasi regional, khususnya integrasi infrastruktur, baik infrastruktur fisik maupun nonfisik. Menurutnya, integrasi tersebut menjadi fondasi penting untuk menarik investasi dan memperkuat perdagangan lintas negara.
Selain itu, isu inklusi keuangan juga menjadi perhatian, sejalan dengan kontribusi para anggota ABAC Indonesia.
(NIA DEVIYANA)