sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 persen di 2025, BCA Sekuritas: Prospek 2026 Dibayangi Risiko Global

Economics editor Shifa Nurhaliza Putri
08/02/2026 15:36 WIB
Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan daya tahan yang relatif kuat di tengah ketidakpastian global
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 persen di 2025, BCA Sekuritas: Prospek 2026 Dibayangi Risiko Global. (Foto: Ilustrasi)
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 persen di 2025, BCA Sekuritas: Prospek 2026 Dibayangi Risiko Global. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan daya tahan yang relatif kuat di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan riset BCA Sekuritas yang mengutip data Trading Economics, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, sedikit di bawah target pemerintah 5,2 persen, tetapi lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,03 persen pada 2024. Angka ini juga menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak 2022.

Mengutip data riset BCA Sekuritas yang tertera pada laman BCA Sekuritas, Minggu (8/2/2026), BCA Sekuritas menilai akselerasi pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap resilien, tumbuh 4,98 persen di tengah berbagai stimulus pemerintah dan tren penurunan suku bunga. Di sisi lain, investasi tetap juga menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan 5,09 persen, mencerminkan berlanjutnya aktivitas belanja modal meski menghadapi tantangan eksternal.

Dari sisi perdagangan, kinerja ekspor Indonesia menguat signifikan dengan pertumbuhan 7,03 persen meskipun Amerika Serikat memberlakukan tarif baru. Hal ini menunjukkan daya saing ekspor Indonesia yang relatif terjaga. Sebaliknya, impor hanya tumbuh 4,77 persen, melambat tajam dibanding periode sebelumnya, seiring dengan pelemahan permintaan domestik dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026. Bank Indonesia (BI) sendiri memproyeksikan pertumbuhan berada dalam rentang 4,9 persen–5,7 persen, mengindikasikan sikap optimistis namun tetap berhati-hati terhadap risiko eksternal seperti perlambatan ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan.

Dalam perkembangan terpisah, BCA Sekuritas juga menyoroti langkah Moody’s yang pada 5 Februari 2026 merevisi outlook utang negara Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun tetap mempertahankan peringkat kredit Baa2 (investment grade). Moody’s menilai adanya risiko terkait prediktabilitas kebijakan dan tata kelola yang berpotensi mengurangi efektivitas kebijakan publik.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement