IDXChannel - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan pekan pertama Februari 2026 dengan performa yang kurang menggembirakan. Mata uang Garuda tercatat mengalami pelemahan 0,53 persen dalam sepekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) baik di pasar spot maupun berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026), rupiah di pasar spot merosot 0,20 persen secara harian ke posisi Rp16.876 per USD. Jika ditarik dalam kurun waktu sepekan, rupiah telah terkoreksi sebesar 0,53 persen dari posisi Jumat sebelumnya yang berada di level Rp16.786 per USD.
Kondisi serupa tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, di mana rupiah melemah 0,36 persen ke level Rp16.887 per USD, dengan akumulasi pelemahan mingguan mencapai 0,54 persen.
Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, volatilitas rupiah pekan ini dipicu oleh kombinasi sentimen global dan rilis data domestik.