Keputusan Presiden AS Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya menjadi perhatian utama pasar. Warsh dinilai sebagai figur yang kurang lunak (less dovish) dibandingkan ekspektasi pasar, yang memicu kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama.
“Para pedagang menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed setelah The Fed memutuskan suku bunga tidak berubah pada pertemuannya di bulan Januari dan penunjukan Warsh oleh Presiden Trump,” ujar Ibrahim dalam pernyataannya, Sabtu (7/2/2026).
Meskipun ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025, angka tersebut tetap berada di bawah target APBN sebesar 5,2 persen. Ketidakmampuan mencapai target ini memberikan tekanan psikologis bagi investor di pasar keuangan.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2026 tercatat menurun menjadi USD154,6 miliar, dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar USD156,5 miliar. Penurunan ini mengurangi "peluru" Bank Indonesia dalam melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah.
Ibrahim memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut namun dalam rentang yang cukup lebar. "Rupiah diproyeksikan akan bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp17.200 per USD pada pekan mendatang, sangat bergantung pada perkembangan kebijakan dari Washington serta respons Bank Indonesia dalam menjaga likuiditas pasar valas," katanya.
(Dhera Arizona)