sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Selain EV, Kompor Listrik Dinilai Jadi Alternatif Strategis Hadapi Ketidakpastian Energi

Economics editor Nia Deviyana
30/03/2026 08:33 WIB
Kompor listrik bisa menjadi salah satu alternatif utama karena listrik tidak harus bergantung pada minyak dan gas. 
Selain EV, Kompor Listrik Dinilai Jadi Alternatif Strategis Hadapi Ketidakpastian Energi. Foto: iNews Media Group.
Selain EV, Kompor Listrik Dinilai Jadi Alternatif Strategis Hadapi Ketidakpastian Energi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai selain kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV), penggunaan kompor listrik dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Hal tersebut menyusul ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik Timur Tengah.

"Elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), yang dalam bauran energi nasional masih mencapai sekitar 30 persen, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga internasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026). 

Di tengah situasi saat ini, jelasnya, kompor listrik bisa menjadi salah satu alternatif utama karena listrik tidak harus bergantung pada minyak dan gas. 

"Kita masih memiliki sumber energi lain, termasuk batu bara yang dalam bauran energi nasional, dan ketersediaannya relatif lebih besar di dalam negeri," ujar Komaidi. 

Menurut Komaidi, keunggulan kompor listrik terletak pada fleksibilitas sumber energinya. Listrik dapat diproduksi dari berbagai sumber energi domestik seperti batu bara, gas, air, dan panas bumi. 

Selain sektor rumah tangga, Komaidi menilai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) juga berperan penting dalam menekan konsumsi BBM nasional. Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 532 juta barel per tahun, dengan sektor transportasi menyumbang sekitar 52 persen dari total konsumsi tersebut. 

“Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Dalam jangka panjang, ini juga dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus menekan beban subsidi energi,” kata dia.

Komaidi juga mengapresiasi berbagai insentif yang telah diberikan pemerintah untuk mendorong percepatan elektrifikasi, mulai dari pembebasan pajak, subsidi pembelian, hingga kebijakan bebas ganjil-genap di sejumlah wilayah.

“Dengan sosialisasi yang lebih masif dan dukungan kebijakan yang konsisten, kompor listrik dan kendaraan listrik berpotensi menjadi bagian penting dalam strategi memperkuat ketahanan energi nasional,” tuturnya.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement