sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pengamat: Kendaraan dan Kompor Listrik Kunci Tekan Ketergantungan Impor Energi

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
26/03/2026 17:17 WIB
Peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan serta kompor listrik dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan konsumsi energi impor.
Pengamat: Kendaraan dan Kompor Listrik Kunci Tekan Ketergantungan Impor Energi. (Foto Istimewa)
Pengamat: Kendaraan dan Kompor Listrik Kunci Tekan Ketergantungan Impor Energi. (Foto Istimewa)

IDXChannel – Peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan serta kompor listrik dinilai bisa menjadi langkah strategis untuk menekan konsumsi energi berbasis impor, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG.

“Pada sektor transportasi misalnya, peralihan satu juta mobil berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik diperkirakan mampu mengurangi kebutuhan minyak mentah dalam jumlah signifikan. Penggantian satu juta mobil listrik dapat mengurangi kebutuhan minyak mentah hingga 13,2 juta barel per tahun,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa dalam pernyataannya, Kamis (26/3/2026).

Pada sektor rumah tangga, kata dia, penggunaan kompor listrik juga dinilai efektif menekan konsumsi LPG. Bagi rumah tangga mampu, kompor listrik bahkan lebih ekonomis dibandingkan LPG nonsubsidi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi.

“Jika rumah tangga mulai menggunakan kompor induksi, penghematan LPG bisa mencapai lebih dari 130 ton per tahun,” kata Fabby.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement