AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Setahun Covid 19, Pengumuman Jokowi Soal Pasien Pertama

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Selasa, 02 Maret 2021 08:30 WIB
Tepat setahun lalu, atau tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo yang didampingi Menkes, Terawan Agus Putranto, mengumumkan pasien pertama RI.
Setahun Covid 19, Pengumuman Jokowi Soal Pasien Pertama. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tepat setahun lalu, atau tanggal 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyampaikan pengumuman mengejutkan kepada publik. Saat itu, Jokowi menyampaikan 2 orang WNI terangkit virus corona atau Covid-19.

Kedua orang WNI tersebut adalah seorang ibu dan anak di Indonesia. Keduanya dinyatakan positif terkena virus corona setelah berinteraksi dengan warga negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia.

Nama pasien 01 itu adalah Sita Tyasutami. Dia terdeteksi terjangkit virus asal Wuhan, China tersebut bersama ibunya, Maria Darmaningsih, serta kakaknya Ratri Anindyajati yang menjadi pasien 02 dan 03 Virus Corona.

"Orang jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2020).

Sebagai pasien kasus pertama Covid-19, Sita Tyasutami menceritakan pengalamannya saat terinfeksi virus corona. Ia sempat mengalami tekanan mental akibat maraknya pemberitaan tentang dirinya kala itu.

"Saat itu, kami sekeluarga merasakan tekanan karena ada rasa syok dan takut, serta ada tekanan dari media dan rakyat. Jadi, saat itu dengan segala fakta yang diputar balikkan saya mengalami tekanan batin," ucapnya saat mengikuti peluncuran layanan Psikologi untuk Sehat Jiwa (Sejiwa) oleh Kantor Staf Presiden (KSP) melalui telekonferensi, Rabu (29/4/2020).

Tekanan mental yang dialami Sita berdampak pada kondisi fisiknya. Alhasil, gejala virus corona yang semula sudah hilang, akhirnya kembali muncul lagi. Pada tahap itulah kondisinya semakin drop karena melemahnya imunitas tubuh.

"Sampai-sampai gejala saya tersisa batuk kering saja, dan saat semua foto dan identitas saya terkuak akhirnya fisik saya drop lagi dan imun saya melemah. Semua gejala yang hilang akhirnya kembali lagi," katanya.

Usai memberikan pengumuma di atas, Jokowi mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada dan beraktivitas seperti biasa. Setelah melakukan pertemuan selama beberapa pekan, akhirnya pemerintah memutuskan untuk segera dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau disingkat PSBB.

Di Jakarta, PSBB tersebut ditetapkan mulai tanggal 23 Maret hingga 5 April 2020. Sejak pengumuman itu, ibu kota sepi dari lalu lalang kendaraan. Sejumlah pekerja mulai melakukan pekerjaannya dari rumah dan tidak keluar sama sekali kecuali dalam keadaan darurat.

Namun, angka penambahan jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 terus bertambah dan mencapai puncaknya usai libur tahun baru 2021 lalu. Pemerintah pun kembali menetapkan pembatasan besar selama dua pekan.

Tepat 13 Januari lalu, Jokowi menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona (SARS-CoV-2), Rabu (13/1). Penyuntikan vaksin dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Penyuntikan perdana terhadap Jokowi dengan vaksin Covid-19 CoronaVac buatan perusahaan asal China, Sinovac ini menandai program vaksinasi di Indonesia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD