sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Siap Sambut Kunjungan Presiden Lukashenko, Airlangga Dorong Sinergi Transaksi Bebas Bea RI-Belarus

Economics editor Anggie Ariesta
16/05/2026 09:22 WIB
Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Belarus Alexander Turchin di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026).
Siap Sambut Kunjungan Presiden Lukashenko, Airlangga Dorong Sinergi Transaksi Bebas Bea RI-Belarus (FOTO:iNews Media Group)
Siap Sambut Kunjungan Presiden Lukashenko, Airlangga Dorong Sinergi Transaksi Bebas Bea RI-Belarus (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Belarus Alexander Turchin di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026). 

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 ini fokus pada perluasan kemitraan ekonomi strategis dan optimalisasi pasar Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Airlangga secara khusus menyambut baik rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia yang dijadwalkan pada awal Juli 2026. Saat ini, kedua negara tengah mematangkan peta jalan (roadmap) kerja sama komprehensif yang ditargetkan rampung saat kunjungan tersebut berlangsung.

“Indonesia juga siap menyambut kunjungan delegasi bisnis Belarus ke Indonesia pada rangkaian kunjungan presiden Belarus,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Pemerintah Indonesia sendiri membidik keunggulan Belarus di sektor agro-industri dan mekanisasi pertanian modern untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sebagai negara dengan kontribusi manufaktur mencapai 20,3 persen terhadap PDB dan tingkat swasembada pangan menyentuh 96 persen pada tahun 2024, Belarus dinilai mampu membantu mempercepat modernisasi sektor pertanian di tanah air.

Merespons hal tersebut, Perdana Menteri Alexander Turchin menegaskan komitmen penuh Belarus untuk mempererat hubungan ekonomi. Guna mempermudah koordinasi dan memperlancar hubungan diplomatik kedua negara, PM Turchin juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Minsk.

Selain sektor pangan dan industri, fokus pembahasan kedua pemimpin tertuju pada implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang telah resmi ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg.

Melalui kesepakatan bebas bea ini, Indonesia berharap Belarus dapat menjadi pintu masuk utama bagi produk-produk ekspor nasional untuk menembus pasar Eurasia Timur secara lebih efisien. 

Perjanjian dagang ini menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam membangun kemitraan perdagangan yang terbuka, inklusif, serta saling menguntungkan.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan diplomasi ekonomi ini antara lain Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Belarus Jose Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement