sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Industri Perbankan Syariah Catat Aset Rp1.061 Triliun hingga Maret 2026

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
16/05/2026 08:55 WIB
Aset industri perbankan syariah tumbuh 10,49 persen year-on-year (yoy) atau sebesar Rp1.061,61 triliun hingga Maret 2026.
Industri Perbankan Syariah Catat Aset Rp1.061 Triliun hingga Maret 2026 (FOTO:iNews Media Group)
Industri Perbankan Syariah Catat Aset Rp1.061 Triliun hingga Maret 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri perbankan syariah tumbuh 10,49 persen year-on-year (yoy) atau sebesar Rp1.061,61 triliun hingga Maret 2026.

Sejalan dengan hal tersebut, pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 9,82 persen yoy menjadi Rp716,40 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional, didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,14 persen yoy menjadi Rp811,76 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir hingga mencapai 87,65 persen, sejalan dengan semakin kuatnya kontribusi perbankan syariah terhadap sektor riil. 

Kinerja industri juga tetap terjaga dengan kualitas pembiayaan yang baik, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross dan NPF Net yang masing-masing berada pada level 2,28 persen dan 0,87 persen.

“Momentum pertumbuhan tersebut menjadi milestone penting dari upaya transformasi dan penguatan industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027,” kata Dian Sabtu (16/5/2026).

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement