AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Siap-siap, Hyundai Bakal Produksi Mobil Listrik 250 Ribu Unit per Tahun di RI

ECONOMICS
Dominique Hilvy Febriani
Jum'at, 21 Januari 2022 16:10 WIB
Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HHMI) saat ini sedang membangun pabrik mobil listriknya di Indonesia.
Siap-siap, Hyundai Bakal Produksi Mobil Listrik 250 Ribu Unit per Tahun di RI (FOTO: MNC Media)
Siap-siap, Hyundai Bakal Produksi Mobil Listrik 250 Ribu Unit per Tahun di RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HHMI) saat ini sedang membangun pabrik mobil listriknya di Indonesia. Nantinya pabrik ini ditargetkan dapat memproduksi sebanyak 250.000 unit mobil listrik per tahun.

Indonesia akan menjadi pusat produksi mobil listrik Hyundai untuk pasar Asia Tenggara. Nantinya mobil listrik yang rampung akan diekspor ke berbagai negara khususnya di Asia Tenggara.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea, Gandi Sulistiyanto mengatakan bahwa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, diplomasi ekonomi dijalankan sebagai motor penggerak pembangunan. “Penandatanganan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK CEPA di akhir tahun 2020 dan pembangunan mobik listrik oleh pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HHMI) merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dan Korea Selatan untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya," ujar Gandi Sulistiyanto sebagaimana dikutip di laman KBRI Seoul (21/1/2022).

"HMMI, yang ditujukan menjadi sentra produksi mobil listrik, berencana memproduksi mobil listrik di Asia Tenggara sebesar 250.000 unit per tahun. Oleh karena itu, saya mengundang sektor swasta Korea Selatan untuk maju bersama dengan pelaku usaha Indonesia dalam meningkatkan volume perdagangan pada berbagai sektor,” tambahnya.

Dubes Sulis juga menyampaikan bahwa penugasannya sebagai Duta Besar RI di Seoul bertepatan waktunya dengan Presidensi Indonesia pada G20. Bertema Recover Together, Recover Stronger, Indonesia mengajak 19 ekonomi terbesar di dunia, termasuk Korea Selatan, untuk fokus pada tiga agenda utama yaitu: 

1. Menata kembali arsitektur kesehatan global; 
2. Transformasi berbasis digital; 
3. Transisi energi yang ramah lingkungan. 

“Indonesia memandang penting peran pelaku usaha Korsel yang tergabung dalam KIMA untuk mengembangkan kemitraan business-to-business,” ujarnya.

Ketua KIMA, Kim Ki-Chan menyampaikan kebanggaan seluruh anggota KIMA untuk menyambut Dubes Gandi Sulistiyanto yang baru tiba di kota Seoul pada awal bulan Januari 2022. “Seluruh anggota KIMA berkomitmen untuk giat menjalin relasi dengan pengusaha Indonesia serta mendukung kepemimpinan Indonesia pada forum G20,” tutupnya. 

Seperti diketahui, Hyundai mengumumkan rencana investasi sebesar USD7,4 miliar hingga tahun 2025. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memproduksi kendaraan listrik atau electric vehicle di masa depan, meningkatkan fasilitas produksi dan melanjutkan investasi dalam solusi mobilitas pintar. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD