AALI
9400
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
725
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3170
AGAR
286
AGII
2350
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
1575
AKRA
1185
AKSI
268
ALDO
770
ALKA
288
ALMI
0
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.68
-1.01%
-5.42
IHSG
7049.70
-0.75%
-53.18
LQ45
999.32
-0.93%
-9.39
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

Sri Mulyani Sebut RI Harus Siap Hadapi Krisis Global yang Tak Terduga

ECONOMICS
Michelle Natalia
Rabu, 15 Juni 2022 10:18 WIB
Kebijakan fiskal difokuskan untuk meredam guncangan krisis dan menjaga daya beli masyarakat.
Sri Mulyani Sebut RI Harus Siap Hadapi Krisis Global yang Tak Terduga (FOTO:MNC Media)
Sri Mulyani Sebut RI Harus Siap Hadapi Krisis Global yang Tak Terduga (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Dalam gelaran Indonesia-Singapore Business Forum, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat melakukan wawancara bersama Channel News Asia yang membahas mengenai taktik Indonesia menghadapi isu-isu global terkini.

Separuh tahun 2022 terlewati, dunia memasuki babak tantangan global baru akibat konflik perang di Ukraina, sementara pandemi belum usai. 

Untuk mempertahankan perekonomian masing-masing, beberapa negara maju kini telah menerapkan kebijakan pengetatan moneter dan kenaikan suku bunga untuk mengendalikan laju inflasi.

"Lalu, bagaimana respons Indonesia terhadap kebijakan ini? Dalam 2 tahun masa pandemi ini, prioritas fiskal Indonesia adalah untuk menyehatkan masyarakat, dan juga menyiapkan social safety net bagi yang terdampak. Kini, di saat memasuki fase pemulihan ekonomi, kita disambut dengan multikrisis, dimana salah satunya adalah perang yang berkecamuk dan menimbulkan lonjakan harga-harga komoditas," ujar Sri dalam akun Instagramnya @smindrawati pada Rabu(15/6/2022).

Saat ini, kebijakan fiskal difokuskan untuk meredam guncangan krisis dan menjaga daya beli masyarakat. Maka dari itu, APBN harus terus dijaga dalam kondisi prima. 

"Konsolidasi fiskal pun penting untuk dilakukan, agar kita memiliki persiapan untuk menghadapi krisis global yang datang tak terduga. Saya yakin, dengan pengelolaan fiskal yang hati-hati, baik Indonesia maupun Singapura akan dapat segera pulih," pungkasnya.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD