"Saya rasa minimal tiga kali lipat bisa. Dari yang dibelanjakan oleh rakyat. Kalau subsidi itu kan Rp800 miliar, tetapi masyarakat belanjanya besar. Setiap satu rupiah yang dibelanjakan masyarakat di daerah mungkin bisa punya multiplier tiga kali lipat," tuturnya.
Untuk mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat tersebut, pemerintah meningkatkan alokasi anggaran stimulus transportasi Nataru 2026/2027 menjadi Rp883 miliar. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp387 miliar.
Dradjad mengatakan, peningkatan anggaran ini merupakan kelanjutan program stimulus yang telah dijalankan pemerintah pada periode sebelumnya sehingga memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Program stimulus kali ini menjangkau empat moda transportasi, yakni kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara.
"Dulu itu 90 juta masyarakat yang menerima manfaat diskon transportasi Nataru, sekarang sudah 110 juta dan tahun ini diperkirakan 127 juta. Mudah-mudahan bisa ada 130 juta lebih yang melakukan perjalanan selama musim Nataru," kata Dradjad.