Berdasarkan paparan Bulog, dalam dua bulan terakhir harga beras medium dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di 13 provinsi relatif terjaga. Namun, harga beras premium masih mengalami kenaikan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat penyaluran SPHP serta mengoptimalkan pengelolaan CBP di daerah yang mengalami tekanan harga.
Hingga 13 September 2026, penyaluran SPHP beras telah mencapai sekitar 788,39 ribu ton atau 95,22 persen dari target. Pemerintah juga telah menyetujui tambahan kuantum SPHP beras medium sebanyak 1 juta ton untuk memperkuat intervensi pasar.
Bulog memperkirakan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras mulai berkurang pada pekan depan seiring dengan penguatan intervensi pemerintah.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Tomsi meminta daerah yang masih mencatatkan kenaikan harga dievaluasi guna mengetahui kendala di lapangan, baik terkait distribusi, pengangkutan, maupun pelaksanaan intervensi.
(Kidung Dhia)