Mengacu pada berbagai proyeksi tersebut, Amran memperkirakan Indonesia berpotensi mencatat surplus beras hingga 4 juta ton.
"Jadi ada tiga data, baik dari nasional maupun dunia, yang menunjukkan produksi kita sekitar 34 juta ton dan surplus 4 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian," katanya.
Amran juga membandingkan capaian saat ini dengan rekor stok beras nasional sebelumnya. Menurutnya, stok tertinggi Bulog sebelumnya tercatat pada 1984 sebesar 2,6 juta ton, saat Indonesia memperoleh penghargaan dari FAO pada era pemerintahan Presiden Soeharto.
Saat ini, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton atau lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya.
"Bulog dulu stok tertingginya 2,6 juta ton pada 1984, saat Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan dari FAO. Sekarang di era Presiden Prabowo, kita mencapai 5,3 juta ton dan penghargaan FAO juga diterima dua kali berturut-turut," kata Amran.
(Shifa Nurhaliza Putri)