AALI
9950
ABBA
292
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
198
ACST-R
0
ADES
3680
ADHI
840
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2270
AGAR
364
AGII
1465
AGRO
1480
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
71
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
805
AKSI
740
ALDO
1385
ALKA
358
ALMI
300
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.42
-0.45%
-2.32
IHSG
6655.83
-0.56%
-37.57
LQ45
948.42
-0.48%
-4.53
HSI
24243.89
-0.57%
-139.43
N225
28362.45
0.85%
+238.17
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Sumbat Terusan Suez, Mesir Sita Kapal Ever Given dan Minta Bayar Kerugian Rp13 Triliun

ECONOMICS
Anton Suhartono/iNews
Kamis, 15 April 2021 10:37 WIB
Kapal berbendera Panama itu resmi ditahan di Great Bitter Lake, Provinsi Ismailia.
Sumbat Terusan Suez, Mesir Sita Kapal Ever Given dan Minta Bayar Kerugian Rp13 Triliun (FOTO:MNC Media)
Sumbat Terusan Suez, Mesir Sita Kapal Ever Given dan Minta Bayar Kerugian Rp13 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Permasalahan kapal kargo raksasa Ever Given yang menyumbat Terusan Suez selama sepekan pada bulan lalu ternyata belum selesai. Kapal tersebut kandas di Terusan Suez pada 23 Maret dan baru bisa dibebaskan pada 29 Maret. 

Pengadilan Mesir, Selasa (13/4/2021), memutuskan untuk menyita kapal sepanjang 400 meter itu sampai perusahaan pemilik asal Jepang membayar kerugian sebesar 900 juta dolar AS atau sekitar Rp13 triliun. 

Berdasarkan laporan surat kabar pemerintah Mesir, Al Ahram Gate, putusan pengadilan dikirim ke kapten kapal yang merupakan perempuan warga India. 

"Kapal berbendera Panama itu resmi ditahan di Great Bitter Lake, Provinsi Ismailia, akibat penundaan pembayaran kompensasi oleh pemilik kapal berukuran gedung pencakar langit Ever Given dari Jepang," kata Kepala Otoritas Terusan Suez (Suez Canal Authority/SCA), Osama Rabie, seperti dilaporkan kembali Xinhua, Rabu (14/4/2021). 

Sesuai undang-undang maritim, Pengadilan Ekonomi di Ismailia telah menyetujui permintaan SCA untuk secara resmi menyita kapal sampai kerugian dibayarkan. 

"Kami sedang berdiskusi dengan pemilik kapal untuk menyelesaikan masalah secara damai tanpa harus menempuh jalur hukum," kata Rabie, seraya menambahkan, pemilik asal Jepang sedang menegosiasikan pembayaran 90 persen dari jumlah yang diminta. 

Putusan pengadilan, lanjut dia, bukan berarti akhir dari negosiasi dengan pemilik kapal untuk menyelesaikan krisis. 

Jumlah yang diminta itu mencakup biaya operasi penyelamatan, kerugian akibat kemacetan lalu lintas, serta kerugian biaya transit sepekan selama Ever Given memblokir terusan. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD