AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Ternyata! Bulan Purnama yang Bantu Bebaskan Kapal Evergreen Kandas di Terusan Suez

ECONOMICS
Syarifudin/Sindonews
Rabu, 31 Maret 2021 18:02 WIB
Satu kapal kontainer sepanjang 400 meter terjepit di jalur perdagangan utama dunia, memblokir semua lalu lintas pelayaran.
Ternyata! Bulan Purnama yang Bantu Bebaskan Kapal Evergreen Kandas di Terusan Suez (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Tak banyak terungkap, ternyata bulan purnama ikut membantu membebaskan kapal kargo Ever Given dari tempat kandasnya di Terusan Suez

Selama hampir sepekan, bencana kapal itu menghebohkan internet. Satu kapal kontainer sepanjang 400 meter terjepit di jalur perdagangan utama dunia, memblokir semua lalu lintas pelayaran. 

Bahkan dari luar angkasa, di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dan 400 kilometer di atas tempat itu, semua mata mengarah ke Ever Given. 

Kosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov telah tinggal dan bekerja di ISS yang mengorbit sejak Oktober. 

Dia berbagi gambar yang diambil dari sudut pandang orbitnya di atas Ever Given yang terkenal karena kandas di Terusan Suez. 

"Salah satu berita yang paling banyak dibicarakan adalah insiden di #SuezCanal," tweet Kud-Sverchkov. 

"Salah satu kapal kontainer terbesar di dunia #EverGiven telah memblokir salah satu jalur pengiriman tersibuk di dunia. Para spesialis melakukan segala upaya untuk memulihkan pengiriman. Anda dapat melihatnya sekarang dari @SpaceStation," ungkap dia. 

Satelit juga memantau situasi itu secara alami. Badan Antariksa Eropa merilis gambar dari satelit Copernicus Sentinel-1 yang membandingkan lalu lintas Terusan Suez dengan situasi pada Kamis (25/3), ketika kemacetan lalu lintas terjadi di belakang kapal yang kandas. 

Menurut Associated Press, diperlukan waktu hingga 10 hari untuk menyelesaikan backlog atau antrean panjang kapal di jalur pelayaran itu. 

Satelit yang dioperasikan perusahaan AS Maxar menyaksikan upaya penyelamatan itu membuahkan hasil, dengan satelit WorldView-2 dan GeoEye-1 dari perusahaan tersebut menawarkan pemandangan Ever Given dan kapal tunda di sekitarnya pada pagi hari 29 Maret. 

Tapi pemandangan kapal tunda itu mendapat bantuan dari beberapa benda angkasa. Bagaimanapun, Terusan Suez, seperti banyak jalur air lainnya, naik dan turun mengikuti pasang surut, efek samping dari hubungan Bumi dengan tetangga kosmik kita, bulan. 

Pasang surut paling ekstrim terjadi ketika Bumi sejajar dengan matahari dan bulan, dua objek yang mengerahkan tarikan gravitasi terkuat di planet kita. 

Karena air bergerak paling mudah sebagai respons terhadap tarikan ini, pasang surut adalah respons paling jelas terhadap tarikan gravitasi bulan ini. 

“Ketika ada bulan purnama atau bulan dalam fase barunya, tarikan gravitasinya menambah tarikan gravitasi matahari, mengakibatkan pasang naik dan surut yang lebih dramatis,” papar National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD