AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Supir Truk Ini Ngaku Ditawari Rp3 Juta untuk Bawa Pemudik

ECONOMICS
Riezky Maulana
Jum'at, 07 Mei 2021 22:55 WIB
Seorang supir truk mengaku ditawari Rp3 juta untuk mengangkut 10 pemudik ke Pekalongan.
Seorang supir truk mengaku ditawari Rp3 juta untuk mengangkut 10 pemudik ke Pekalongan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Banyak cara dilakukan oleh masyarakat untuk memuaskan hasrat mudik ke kampung halaman meskipun pemerintah telah melarang aktivitas tersebut hingga 17 Mei mendatang. Bahkan, masalah kocek yang harus dirogoh pun tak jadi masalah 

Hal itu terungkap dari pengakuan salah satu sopir truk bernama Heri (26) yang sempat diberhentikan oleh personel gabungan ketika hendak masuk ke dalam Gerbang Tol Bekasi Barat, Jumat (7/5/2021). Heri mengaku mendapatkan tawaran yang menggiurkan untuk membawa para pemudik.

Tak tanggung-tanggung, uang sebesar Rp3 juta ditawarkan kepadanya oleh 10 orang pemudik agar bisa mengangkut ke Pekalongan, Jawa Tengah.

"Kemarin ada 10 orang dari Bekasi mau pulang ke Pekalongan. Saya mau dibayar Rp3 juta ya tapi saya enggak mau," ungkap Heri saat ditemui di lokasi, Jumat malam.

Dirinya mengaku enggan mengambil resiko meskipun uang dengan jumlah besar telah ada di depan matanya. Menurutnya, dia takut terjaring razia jika nekat mengakomodir keinginan masyarakat yang nakal tersebut."Saya takut kalau kena razia. Ini pulang kosong, enggak ada isinya," ucapnya.

Berdasar pengakuannya, para pemudik itu udah memiliki agen penyalur tersendiri. Bahkan, memiliki kantor. "Enggak dicegat saya, sudah ada kantor, sudah penyalur gelapnya," ungkapnya.

Pantauan MNC Media di lokasi, para petugas gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub masih menggelar operasi penyekatan. Dalam giat tersebut, oenyekatan difokuskan untuk mengecek truk bermuatan besar dan elf yang dicurigai pengangkut penumpang gelap.

Sampai dengan saat ini, belum ada kendaraan yang dipaksa putar balik oleh aparat. Secara keseluruhan, mereka dapat menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang menjadi syarat perjalanan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD