Indonesia memastikan tidak akan menambah beban kelebihan pasokan tersebut dan lebih memilih untuk mengarahkan investasi Jerman ke sektor-sektor produktif baru yang masih sangat terbuka luas.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan karakteristik para pemodal Jerman yang cenderung memikirkan stabilitas masa depan. Para pelaku industri tersebut menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia sangat tangguh untuk dijadikan pangkalan produksi dalam jangka waktu lama.
"Mereka kan semua investor long time. Jadi view-nya tidak harian. Tidak memonitor saham tiap hari. Jadi mereka semuanya long-term. Jadi tentu kalau kita bicara long-term, fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, bahkan Indonesia itu mereka katakan menjadi middle power, negara kekuatan menengah yang semakin lama semakin penting," kata Airlangga.
(NIA DEVIYANA)