AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Tak Lagi Pakai Dolar AS, Ini Risiko Jika Perdagangan Pakai Rupiah dan Yuan

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Selasa, 27 Juli 2021 15:10 WIB
Sebagai bentuk meningkatnya hubungan bilateral, Indonesia dan China sepakat untuk enggunakan mata uang rupiah serta yuan untuk setiap transaksi perdagangan.
Tak Lagi Pakai Dolar AS, Ini Risiko Jika Perdagangan Pakai Rupiah dan Yuan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sebagai bentuk meningkatnya hubungan bilateral, Indonesia dan China sepakat untuk enggunakan mata uang rupiah serta yuan untuk setiap transaksi perdagangan. Dengan demikian, kedua negara tidak lagi menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Eksekutif Next Policy, Fithra Faisal, mengatakan, kesepakatan kedua negara tersebut merupakan langkah strategis karena mengurangi risiko volatilitas terhadap dolar AS. Meski begitu, masih ada risiko lain yang harus diwaspadai.

"Bukan artinya volatilitas hilang sama sekali. Dengan China membuka diri, artinya dinamika yang terjadi di China akan terserap pada yuan dan juga berdampak pada Indonesia," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (27/7/2021).

Fithra menuturkan, mata uang yuan ini merupakan nilai tukar yang potensial karena dari ukuran ekonominya sudah meningkat secara signifikan. Pada awal tahun 2000-an, China hanya menyumbang paling banyak 10% terhadap output global.

Namun di tahun 2009, kontribusi China terhadap pertumbuhan output global bisa menyentuh 90%.

"China sudah menjelma menjadi global production hub di mana di situ AS, Jepang, sangat mengandalkan jaringan produksi dari China," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan seluruh persyaratan yang dibutuhkan dalam kerja sama local currency settlement (LCS) sudah selesai. Nantinya, aturan ini tidak hanya berlaku untuk transaksi dagang antara Indonesia dan China.

Penggunaan kedua mata uang ini akan diperluas ke sektor lain seperti berbagai produk pasar uang. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD