IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan 12 kali lelang Surat Berharga Negara (SBN) reguler pada kuartal IV-2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga membuka opsi penerbitan obligasi berdenominasi valuta asing (global bond).
Strategi tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan asumsi defisit APBN sebesar 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir tahun.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan, pemerintah akan mengoptimalkan penerbitan SBN dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan biaya utang.
"Strategi pembiayaan utang kita adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN dengan skenario defisit 2,85 persen sebagaimana outlook APBN," ujar Suminto dalam konferensi pers APBN di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Pada kuartal IV-2026, pemerintah masih memiliki enam kali lelang Surat Utang Negara (SUN) dan enam kali lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Seluruh lelang reguler tersebut dijadwalkan berlangsung setiap Selasa.