Selain itu, pemerintah merencanakan dua penerbitan SBN ritel, yakni Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 dan Sukuk Tabungan seri ST017.
"Untuk memenuhi sisa kebutuhan pembiayaan di kuartal IV, kita masih memiliki jadwal 12 kali lelang SBN reguler setiap hari Selasa yang terdiri dari enam kali lelang SUN dan enam kali lelang SBSN, serta dua kali penerbitan SBN ritel yakni Savings Bond Ritel 015 konvensional dan Sukuk Tabungan 017 syariah," kata Suminto.
Di luar pasar domestik, Kemenkeu masih membuka peluang penerbitan SBN berdenominasi valas. Namun, realisasi penerbitan akan bergantung pada kondisi pasar global dan tingkat biaya dana yang dapat diperoleh pemerintah.
Suminto mengatakan, dokumentasi hukum dan administrasi untuk penerbitan SBN valas telah disiapkan sehingga transaksi dapat dilakukan ketika kondisi pasar dinilai menguntungkan.
Selain penerbitan surat utang, pemerintah juga menyiapkan penarikan pinjaman program dari mitra bilateral dan multilateral sebesar USD1,8 miliar pada kuartal IV-2026.