"Program MBG kita pastikan berjalan tempat sasaran, efektif dan efisien. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody’s juga khawatir di situ. Saya sekarang boleh melihat anggaran Kementerian Lembaga yang lain, kata DPR. Saya akan lihat satu-satu," kata Purbaya.
Mengenai kehadiran BPI Danantara yang turut menjadi perhatian lembaga pemeringkat, Purbaya memilih untuk tidak berkomentar. Dia menilai, adanya potensi positif dari pembentukan badan tersebut sebagai motor penggerak BUMN agar lebih kompetitif.
"Danantara biarkan Danantara yang menjelaskan. Harusnya sih arahnya bagus. Karena itu BUMN dibuat bertindak seperti private sector. Harusnya sih bagus. Ini masih baru kan, orang baru melihat. Tapi setelah nanti berjalan, saya pikir akan positif dampaknya," katanya.
(DESI ANGRIANI)