sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tekan Biaya Logistik, Kemenhub Dorong Pengembangan Kapal Tenaga Surya

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
23/06/2026 14:57 WIB
Kemenhub mendorong pengembangan kapal niaga dengan memanfaatkan teknologi panel surya untuk menangkap energi matahari.
Kemenhub mendorong pengembangan kapal niaga dengan memanfaatkan teknologi panel surya untuk menangkap energi matahari. (Foto: Dok. Kemenhub)
Kemenhub mendorong pengembangan kapal niaga dengan memanfaatkan teknologi panel surya untuk menangkap energi matahari. (Foto: Dok. Kemenhub)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pengembangan kapal niaga dengan memanfaatkan teknologi panel surya untuk menangkap energi matahari. Dengan begitu, beban atau ongkos logistik bisa berkurang.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana mengatakan, pengembangan teknologi kapal bertenaga surya merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional dari saat ini 14 persen menjadi 8 persen dari harga barang. Komponen bahan bakar selama ini menjadi biaya terbesar pengoperasian kapal, sehingga menjadi kunci utama mewujudkan transportasi laut yang murah dan berkelanjutan.

"Saya minta BPSDM dibantu oleh Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala BKT (Badan Kebijakan Transportasi) harus membuat satu terobosan bagaimana menciptakan kapal penyeberangan atau kapal niaga yang secara ekonomi cost-nya (biaya) itu lebih murah," katanya dalam acara Peringatan Hari Pelaut Sedunia di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Suntana mengakui bahwa penggunaan teknologi tenaga surya pada kapal niaga memiliki tantangan tersendiri, terutama dari aspek kecepatan. Namun, dia menilai hal tersebut merupakan pertukaran yang sepadan (trade-off) demi efisiensi ekonomi yang lebih besar.

"Mungkin menurut teman-teman pelaut kecepatannya masih tidak bisa 12 atau 13 knot, paling berapa knot. Tapi minimal dia bisa mengurangi biaya. Kita bisa murah, walaupun waktu tempuhnya menjadi sedikit lebih lambat," katanya.

Wamenhub juga menantang para taruna dan mahasiswa di sekolah kedinasan perhubungan untuk mulai melakukan riset serius mengenai teknologi ini. Dia meminta agar karya ilmiah atau skripsi para taruna tidak lagi hanya menyentuh hal-hal biasa, melainkan fokus pada solusi distribusi nasional masa depan.

"Adik-adik tolong bikin tulisan skripsi kamu menyentuh itu. Bagaimana menghadapi tantangan ekonomi dalam sistem distribusi nasional. Kalau ada yang bikin makalah seperti ini, saya mau jadi pengujinya," katanya.

Dia optimitiss bahwa kemajuan teknologi, seperti halnya penggunaan panel surya pada rumah tangga, merupakan keniscayaan yang juga bisa diterapkan secara masif di sektor maritim. Dengan biaya logistik yang ditekan hingga angka 8 persen, diharapkan harga barang di seluruh pelosok Indonesia menjadi lebih terjangkau, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement