Todotua pun tidak menampik bahwa iklim investasi nasional masih memiliki sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Meski demikian, ia menekankan bahwa instansinya terus bekerja keras untuk menjaga daya tarik pasar domestik.
"Tugas kita paling pertama menciptakan iklim investasi yang kondusif dan baik. Negara ini punya potensi sumber daya alam, demand market terbesar dengan populasi besar, dan wilayah yang strategis," tutur dia.
Pemerintah saat ini juga tengah fokus merealisasikan program hilirisasi yang menjadi bagian dari Asta Cita Kabinet Merah Putih. Target utamanya adalah mendorong pengolahan bahan mentah di dalam negeri untuk memaksimalkan nilai tambah ekonomi.
"Harapannya, berbagai komoditi seperti batu bara, oil and gas, agrikultur, itu pengolahannya bisa ada di sini. Sehingga asas manfaatnya bisa dirasakan, menciptakan lapangan kerja, dan menaikkan pertumbuhan ekonomi," ujar Todotua.
Terkait langkah selanjutnya, dia memastikan bahwa jajarannya siap berdialog secara langsung dengan perwakilan investor China. Pertemuan ini diharapkan bisa memberikan ketenangan dan kepastian berusaha bagi para pelaku industri.