AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Tertinggi di Jabar, Investasi di Bekasi Capai Rp 13,45 Triliun di Kuartal I-2021

ECONOMICS
Sindo Dul
Senin, 24 Mei 2021 12:26 WIB
Penanaman modal di wilayahnya pada semester pertama masih besar. Sebab, penanaman modal mencapai Rp 13,45 triliun.
Tertinggi di Jabar, Investasi di Bekasi Capai Rp 13,45 Triliun di Kuartal I-2021 (FOTO:MNC Media)
Tertinggi di Jabar, Investasi di Bekasi Capai Rp 13,45 Triliun di Kuartal I-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Meskipun badai Covid-19 belum berlalu, Pemerintah Kabupaten Bekasi masih tetap menjadi primadona investor dengan mencatatkan diri sebagai daerah investasi tertinggi se-Jawa Barat yang memiliki realisasi penanaman modal mencapai Rp13,45 triliun hingga triwulan pertama 2021. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DBMPTSP) Kabupaten Bekasi, Sutia Resmulyawanmengatakan, penanaman modal di wilayahnya pada semester pertama masih besar. Sebab, penanaman modal mencapai Rp 13,45 triliun. 

”Ini menjadi nilai positif, Kabupaten Bekasi masih dipercaya para investor untuk menanamkan investasi,” katanya. 

Menurut dia, meski masih di tengah masa pandemi COVID-19 namun geliat perekonomian di wilayahnya mulai berkembang ditambah kondusifitas iklim investasi yang membuat para investor masih percaya untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Bekasi. Realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai 36,23 persen. 

Angka tersebut dari total penanaman modal di Jawa Barat pada triwulan pertama 2021 yakni Rp37,1 triliun.  

Setelah Kabupaten Bekasi, realisasi investasi tertinggi berikutnya berada di Kabupaten Karawang sebesar Rp7,6 triliun atau 20,6 persen dari total investasi di Jawa Barat dan Kota Bandung sebesar Rp6,3 triliun atau 16,9 persen. 

Investasi di Kabupaten Bekasi masih didominasi sektor penanaman modal asing yakni mencapai Rp 11,6 triliun sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar Rp1,8 triliun. Belasan triliun rupiah investasi itu tercipta dari total 1.950 proyek yang terdiri atas 1.368 proyek investor asing serta 582 proyek dari penanaman modal dalam negeri. 

Selain nilai penanaman modal ini, kata dia, sisi positifnya bagi daerah dengan industry terbesar di Asia Tenggara itu karena dari realisasi investasi ini terserap tenaga kerja. 

”Dari data yang kami terima, setidaknya ada 6.732 tenaga kerja yang terserap dari ribuan proyek ini, jadi walaupun pandemi angka penyerapan tenaga kerja sangat tinggi,” ungkapnya. 

Tingginya realisasi investasi di Kabupaten Bekasi, kata dia, berasal dari industri di bidang otomotif yang menyumbang hingga Rp7,86 triliun. Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp1,6 triliun, industri makanan sebesar Rp1,3 triliun, dan sisanya dari sejumlah sektor lainnya. 

Dari sisi tenaga kerja, industri logam, mesin, dan elektronika paling banyak menyerap karyawan. Sedikitnya 4.475 tenaga kerja berhasil diserap setidaknya hingga triwulan pertama 2021, disusul sektor makanan dengan 692 tenaga kerja, dan otomotif sebanyak 684 tenaga kerja. Apalagi, tahun lalu wilayahnya mampu merealisasikan investasi senilai Rp37,32 triliun. 

Hal itu jauh mengungguli Kabupaten Karawang di peringkat kedua dengan rasio 13,90 persen dan Kota Bandung di urutan ketiga dengan rasio 8,82 persen. 

”Artinya, kita mampu merealisasikan 36 persen investasi hanya dalam waktu tiga bulan jika dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu. Geliat ekonomi di Bekasi masih bergairah,” tegasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD