IDXChannel - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Askrindo memperkuat kualitas layanan kepada nasabah dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Transformasi Operating Model.
Anggota Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) dan bagian dari Danantara Indonesia ini berfokus pada penyempurnaan model operasional baru untuk penciptaan nilai.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah Sentralisasi Tiga Fungsi operasional Kantor Cabang, yaitu Keuangan & Akuntansi, Underwriting, dan Klaim.
Transformasi Operating Model ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dan ditujukan untuk menciptakan proses layanan yang lebih cepat, terstandar, dan mudah dimonitor, sekaligus memperkuat akuntabilitas perusahaan.
Bagi ekosistem KUR, langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian yang lebih baik dalam penyelesaian klaim bagi debitur serta meningkatkan konsistensi layanan bagi mitra perbankan.
Direktur Utama Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso mengatakan, sentralisasi ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi perusahaan untuk membangun Askrindo yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing.
"Askrindo harus terus bertransformasi agar dapat menjawab kebutuhan nasabah dan ekosistem bisnis yang berkembang semakin cepat. Sentralisasi fungsi operasional ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa layanan bagi UMKM dan penerima KUR dari kami dapat dihadirkan dengan lebih cepat, lebih pasti, dan dengan standar yang sama di seluruh Indonesia," kata Mahelan, Kamis (8/10/2026).
Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza menambahkan, secara teknis, transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan proses bisnis yang sebelumnya masih tersebar di kantor cabang dan dalam sejumlah proses masih dilakukan secara manual.