AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Transaksi Digital Pemda Jatim Tembus 89,50 Persen

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Jum'at, 28 Mei 2021 16:57 WIB
Penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) di Jawa Timur (Jatim) saat ini mencapai 89,50%.
MNC Media

IDXChannel – Penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) di Jawa Timur (Jatim) saat ini mencapai 89,50%. Baik dari sisi belanja maupun pendapatan serta retribusi. Implementasi ETP ini diharapkan mampu mendukung transaksi digital di masyarakat serta terwujudnya keuangan inklusif dan terintegrasi.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jatim, Imam Subarkah mengatakan, untuk meningkatkan ETP, setiap Pemda telah membentuk Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Saat ini sudah 25 ada TP2DD yang sudah terbentuk. Diantaranya 1 TP2DD Provinsi, dan 24 TP2DD di tingkat kota/kabupaten dari total 38 kota/kabupaten. “Implementasi ETP di Jatim sudah dilakukan untuk 7 jenis transaksi,” katanya, Jumat (28/5/2021).

Diantaranya, retribusi jasa umum mencapai 64,9% atau sudah ada 18 kota/kabupaten yang menerapkan. Disusul Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) online sudah 100% diterapkan di 38 kota/kabupaten. Internet banking corporate diterapkan di 29 kota/kabupaten atau setara 84,2%, lalu pembayaran PBB sudah 100% di seluruh wilayah, BPHTB 89,5% atau 32 kota/kabupaten. Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sudah 100% dan Pajak Daerah Lain (PDL) sudah 91,2% atau di 33 kabupaten/kota.

Imam menambahkan, ETP ini masih perlu dioptimalkan. Pasalnya, digitalisasi ini mampu meningkatkan penerimaan pajak daerah. Misalnya, penggunaan kanal virtual account pada retribusi sampah di Sidoarjo, mampu meningkatkan penerimaan retribusi sampah hingga 2 kali lipat. “Kami sendiri terus mendorong peningkatan transaksi digital salah satunya menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS),” terangnya.

Pihaknya menargetkan, hingga akhir tahun 2021, ada sebanyak 1,45 merchant di Jatim yang sudah menggunakan QRIS dan 12 juta merchant secara nasional. Hingga April 2021, merchant di Jatim yang sudah menggunakan QRIS mencapai 819.000 merchant. “Hingga triwulan I 2021, penggunaan QRIS oleh merchant di Jatim tumbuh 13,61% dibanding periode sebelumnya,” pungkasnya. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD