AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Transaksi E-commerce Ditargetkan Tembus Rp530 Triliun di 2022, idEA: Kami Optimis

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 26 November 2021 12:29 WIB
Perkembangan industri e-commerce saat ini tumbuh lebih cepat dari prediksi banyak pihak.
Transaksi E-commerce Ditargetkan Tembus Rp530 Triliun di 2022, idEA: Kami Optimis (FOTO:MNC Media)
Transaksi E-commerce Ditargetkan Tembus Rp530 Triliun di 2022, idEA: Kami Optimis (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai transaksi e-commerce pada 2022 dapat mencapai Rp530 triliun. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan dengan proyeksi pada 2021 yang diperkirakan mencapai Rp403 triliun. 

Executive Director Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Arshi Adini mengaku optimis nilai transaksi e-commerce sebesar Rp530 triliun dapat dicapai di tahun depan. Ini didorong preferensi masyarakat berbelanja daring, perkembangan layanan pembayaran digital, serta inovasi yang dilakukan oleh platform e-commerce. 

"Kami optimis, bahkan kalau dilihat sektor digital lebih luas lagi, saat ini terbuka kesempatan yang sangat besar untuk mencapai angka tersebut," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (26/11/2021). 

Arshi melanjutkan, perkembangan industri e-commerce saat ini tumbuh lebih cepat dari prediksi banyak pihak. Masyarakat merasakan manfaat dan efisiensi yang ditawarkan industri e-commerce sehingga mendorong pertumbuhan yang luar biasa dari sisi seller, konsumen, dan juga transaksi. 

Menurut dia, saat ini ketergantungan masyarakat terhadap platform digital bukan lagi di tahap edukasi. Masyarakat sudah merasakan keuntungannya, nyaman, dan efisiensi yang ditawarkan dari industri digital. 

"Jadi ini juga mendorong peningkatan transaksi. Di sini juga peran industri digital khususnya e-commerce dalam mendorong pemulihan ekonomi melalui transaksi yang besar," tuturnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD