AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Utang BUMN Tembus Rp2.000 Triliun Sudah Sejak 2020

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Kamis, 10 Juni 2021 17:06 WIB
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat total utang para BUMN hingga 2020 mencapai Rp 2.000 triliun.
Utang BUMN Tembus Rp2.000 Triliun Sudah Sejak 2020 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat total utang para BUMN hingga 2020 mencapai Rp 2.000 triliun. Sumbernya berasal dari surat utang dan instrumen utang lainnya. 

Sementara ekuitas BUMN tercatat Rp 2.500 triliun. Dengan begitu, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang perusahaan berada di posisi 0,7 persen atau di bawah 1. Struktur utang perusahaan bisa dinyatakan kesehatan jika posisinya berada di bawah 1,5 persen. 

"Jadi DER-nya di bawah 1,5 baru dikatakan sehat, jadi ini masih 0,7, jadi masih sekitar setengahnya dari yang dibatasi utang BUMN," ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (10/6/2021). 

Arya menyebut, belakangan banyak pemberitaan mengenai utang perseroan pelat merah. Namun, narasi pemberitaan tersebut menggabungkan utang pendanaan dan non pendanaan BUMN. Padahal, komposisi utang yang dimiliki perusahaan menyangkut pinjaman dan tabungan masyarakat di Bank Himbara. 

"Selama ini orang menggabungkan utang pendanaan yang ada bunga dan sebagainya dan utang non pendanaan. Utang pendanaan kita itu sekitar Rp 2 triliun, itu apakah surat utang yang punya bunga dan sebagainya. Kemudian kita punya utang non pendanaan, ini yang kadang-kadang digabungkan, misalnya orang menyimpan uang di bank, nah ini otomatis menjadi utang perbankan," tutur dia. 

Tren utang BUMN memang tercatat meningkat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan statistik utang Luar Negeri Bank Indonesia (BI), pinjaman asing BUMN per Januari 2021 mencapai USD57,47 miliar atau setara Rp 809 triliun mengacu kurs Rp 14.400 per dolar AS. Nilai itu setara dengan 28 persen dari total ULN swasta.

Sedangkan, catatan Kementerian BUMN, total utang perusahaan negara hingga kuartal ketiga 2020 mencapai 1.682 triliun, naik Rp 289 triliun dibandingkan posisi akhir 2019.

Tingginya utang BUMN karena dampak penugasan pemerintah untuk pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) . (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD