AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.68
-0.09%
-0.95
HSI
18012.15
-0.42%
-75.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
0.00
-100%
-14319.50
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,185
Emas
841,686 / gram

Utang Negara Capai Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Buat Bansos dan Gaji PNS

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Rabu, 05 Januari 2022 16:24 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap penggunaan utang negara yang mencapai Rp6.000 triliun selebihnya dimanfaatkan untuk masyarakat.
Utang Negara Capai Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Buat Bansos dan Gaji PNS. (Foto: MNC Media)
Utang Negara Capai Rp6.000 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Buat Bansos dan Gaji PNS. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap penggunaan utang negara yang mencapai Rp6.000 triliun selebihnya dimanfaatkan untuk masyarakat. Realisasi belanja negara ini termasuk anggaran pemerintah pusat dan daerah.

Sejumlah penggunaannya itu antara lain pembayaran gaji pegawai atau aparatur sipil negara (ASN) serta perlindungan sosial. Sehingga semuanya dirasakan oleh masyarakat secara umum.

"Sering yang masyarakat denger utang negara udah Rp6000 ribu triliun. Tapi mereka enggak melihat neraca seluruhnya ada pendapatan dan belanja negara yang yang bisa dinikmati masyarakat kayak bansos, belanja pegawai seperti gaji pegawai ASN  pusat dan daerah serta tunjangan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (5/1/2022).

Dia juga bercerita mengenai keputusannya dalam menaikan anggaran pada pihak Kepolisian dan TNI, di antaranya anggaran Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Adapun, anggaran itu berasal dari utang dan penerimaan negara lainnya seperti pajak atau bukan non-pajak.

"Kita juga pernah menaikkan anggaran Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Itu diterima masyarakat oleh Polri, ASN serta TNI. Itu, operasi negara dan dibiayai pajak oleh penerimaan cukai dan utang dan sebagiannya menjadi aset dan masuk menjadi neraca," katanya.

Dia menambahkan pemerintah bisa membayar pinjaman utamg yang diberikan. Untuk itu, realisasi belanja negara juga harus dikelola dengan baik dengam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Kalau belanjanya bagus, menjadi infrakstruktur bagus, sumber daya manusia (SDM) berkualitas membuat ekonomi Indonesia bagus, itu bisa lagi membayar utangnya. InsyaAllah kita bisa bayar lagi dengan aman," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD