Dia juga mengungkapkan, ViroFab dikembangkan untuk menjawab tiga persoalan yang kerap muncul dalam pembangunan luxury hospitality dan premium residential di Indonesia.
Pertama, unpredictable timeline. Proses pembangunan konvensional dapat menghadapi keterlambatan akibat faktor cuaca, logistik dan keterbatasan tenaga kerja.
Kedua, budget overrun. Ketidakpastian selama pembangunan dapat meningkatkan biaya proyek dan pada akhirnya memengaruhi profitabilitas pengembang.
Ketiga, inconsistent quality. Menjaga kualitas pengerjaan agar konsisten di lapangan, khususnya untuk proyek dengan standar premium dan banyak unit, merupakan tantangan tersendiri.
"ViroFab menjawab persoalan tersebut melalui proses off-site fabrication yang terkontrol. Sebagian proses pengerjaan dilakukan di lingkungan pabrik sehingga pekerjaan dapat berlangsung secara paralel, lebih terukur dan dengan standar pengerjaan yang konsisten," kata dia.