AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Warga Medan Panik! Pertalite, Solar, dan Pertamax Mulai Langka

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Kamis, 14 Oktober 2021 10:44 WIB
Pantauan MPI, SPBU yang tak memiliki stok BBM sama sekali seperti Jalan Setiabudi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Ringroad Gagak Hitam.
Ilustrasi SPBU. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kelangkaan BBM di wilayah Medan dan sekitarnya semakin parah. Warga pun mulai panik, karena kelangkaan tak hanya terjadi pada BBM jenis Pertalite, tapi juga Solar dan Pertamax. 

Pantauan MPI, SPBU yang tak memiliki stok BBM sama sekali seperti di SPBU Jalan Setiabudi, SPBU Jalan Gatot Subroto, SPBU Jalan Sisingamangaraja dan SPBU Jalan Ringroad Gagak Hitam. 

Di SPBU-SPBU tersebut terpampang tulisan BBM sedang dalam perjalanan. Namun petugas SPBU mengaku kondisi itu sudah terjadi sejak dua hari terakhir. 

"Sudah dua hari tidak ada pengisian. Pasokan belum datang," sebut Amri petugas SPBU Jalan Setiabudi Medan, Kamis (14/10/2021).

Hilman (28), warga Medan Kota, Kota Medan, mengaku panik begitu Pertamax habis di SPBU tempatnya sehari-hari mengisi BBM. Padahal ia mengisi Pertamax untuk menggantikan Pertalite yang sulit didapatkan sejak dua pekan lalu. 

"Kalau Pertamax juga habis, terus kita harus pakai apa. Apa iya kita harus pakai Pertamax Turbo yang untuk mobil mewah. Lagipula enggak semua SPBU ada Pertamax Turbo. Harganya juga kelewat mahal," keluhnya. 

Hal senada juga disampaikan Ridho (33), warga Medan Timur. Ia menilai Pertamina tak becus mengurusi distribusi BBM yang notabene bisnis utama mereka. 

"Sudahlah Premium menghilang, kini Pertalite dan Pertamax juga hilang. Mungkin Pertamina butuh pesaing supaya kinerjanya naik kelas. Jangan amatir begini lah ngurusi BBM aja ga becus," sebutnya. 

Ridho mengatakan selama ini Pertamina selalu berkampanye agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Kalau sudah begini daripada repot antri dan enggak ada kepastian dapat BBM, lebih baik meninbun di rumah. Seperti penjual besin eceran di jalan itu kan bisa beli banyak-banyak," tukasnya. 

Sejauh ini belum ada penjelasan lanjutan dari Pertamina terkait kekosongan ini. Manager Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Taufikurrahman, yang coba ditanyai, belum memberikan jawaban. 

Namun sebelumnya Pertamina mengaku kekosongan ini terjadi akibat adanya peningkatan konsumsi BBM pasca pelonggaran PPKM di wilayah Medan. Kenaikan mencapai 10 persen dari rata-rata konsumsi harian. 

Selain itu, kekosongan juga disebabkan kendala distribusi akibat gelombang laut yang cukup tinggi hingga menyulitkan kapal tangker bersandar dan memasok BBM ke terminal Pertamina. 

Meski begitu, Pertamina sempat menjamin keamanan pasokan BBM di Sumut hingga 11 hari. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD