AALI
9900
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1505
ACES
1275
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
191
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4250
AKSI
400
ALDO
940
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.54
0.01%
+0.04
IHSG
6630.74
0.43%
+28.17
LQ45
950.47
0.03%
+0.31
HSI
23989.26
0.02%
+5.60
N225
28722.12
0.94%
+266.52
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
826,722 / gram

WHO Minta Semua Negara Tangguhkan Vaksinasi Booster hingga September 2021, Kenapa?

ECONOMICS
Anton Suhartono/iNews
Kamis, 05 Agustus 2021 07:39 WIB
Tedros mengatakan, penangguhan ini bertujuan untuk memastikan setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara sudah mendapatkan vaksinasi penuh
WHO Minta Semua Negara Tangguhkan Vaksinasi Booster hingga September 2021, Kenapa? (FOO:MNC Media)
WHO Minta Semua Negara Tangguhkan Vaksinasi Booster hingga September 2021, Kenapa? (FOO:MNC Media)

IDXChannel - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan penangguhan suntikan Covid-19 booster setidaknya sampai akhir September 2021. Sebagian negara sudah memulai pemberian suntikan booster bagi pengguna yang sudah mendapatkan dua dosis, umumnya diberkan kepada kelompok rentan. 

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penangguhan ini bertujuan untuk memastikan setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara sudah mendapatkan vaksinasi penuh, sehingga terjadi pemerataan. 

"Saya memahami keprihatinan pemerintah semua negara untuk melindungi warganya dari varian Delta. Namun kami tidak bisa menerima negara-negara yang sudah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global, menggunakannya lebih banyak lagi," kata Tedros, dikutip dari Reuters, Rabu (4/8/2021). 

Direktur vaksin WHO Katherine O'Brien menambahkan, program suntikan dosisi pertama dan kedua perlu diprioritaskan kepada kelompok paling rentan akan penyakit parah. Mereka harus dipastikan mendapatkannya sebelum pemerintah menggelar booster. 

"Kita perlu fokus pada orang-orang paling rentan, paling berisiko terkena penyakit parah dan kematian, untuk mendapatkan dosis pertama dan kedua," kata O'Brien. 

Pekan lalu, Presiden Israel Isaac Herzog menerima suntikan ketiga vaksin Covid-19 sekaligus memulai kampanye pemberian dosis booster kepada kelompok berusia di atas 60 tahun. Ini sebagai upaya Israel untuk memperlambat penyebaran Covid-19 varian Delta yang sedang menjalar di negara itu. 

Amerika Serikat pada Juli juga meneken kesepakatan dengan Pfizer serta BioNTech untuk membeli 200 juta dosis vaksin tambahan yang kemungkinan digunakan untuk menyunyik kelompok usia anak-anak serta booster.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD