AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

WHO Pastikan Omicron Tidak Terlalu Parah, Namun Tak Boleh Dianggap Ringan

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Jum'at, 07 Januari 2022 19:35 WIB
Pasca kemunculannya pada sekitar November 2021, varian Omicron hingga saat ini masih terus menyebar dengan cepat di dunia.
WHO Pastikan Omicron Tidak Terlalu Parah, Namun Tak Boleh Dianggap Ringan
WHO Pastikan Omicron Tidak Terlalu Parah, Namun Tak Boleh Dianggap Ringan

IDXChannel - Pasca kemunculannya pada sekitar November 2021, varian Omicron hingga saat ini masih terus menyebar dengan cepat di dunia.

Varian satu ini disebut memang lebih menular jika dibandingkan dengan varian lainnya, contohnya varian Delta. Meski lebih menular, tapi seperti mengutip Reuters, Jumat (7/1/2022) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan infeksi atau kesakitan yang ditimbulkan oleh varian Omicron lebih ringan daripada varian Delta.

“Studi awal menunjukkan ada penurunan resiko rawat inap dari varian Omicron dibandingkan dengan varian Delta,” ujar Janet Diaz, pimpinan manajemen klinis WHO.

Tapi WHO menegaskan, meski demikian varian Omicron tetap tidak boleh dianggap remeh apalagi dikategorikan sebagai varian virus yang ringan.

“Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan Delta, terutama pada orang-orang yang sudah divaksinasi, bukan berarti harus dikategorikan sebagai sesuatu yang ringan. Sama seperti varian sebelumnya, Omicron membuat orang dirawat di rumah sakit dan juga membunuh orang, " kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Selain itu, terlihat juga ada penurunan resiko tingkat keparahan penyakit pada usia muda dan usia tua.

“Tampaknya juga ada penurunan risiko keparahan pada orang yang berusia lebih muda dan lebih tua, kata Janet pada konferensi pers dari kantor pusat WHO di Jenewa.

Pernyataan di atas disebutkan lebih lanjut sejalan dengan studi data dari Afrika Selatan dan Inggris, meskipun WHO tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang studi atau usia pada kasus yang dianalisis.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD