AALI
9925
ABBA
302
ABDA
6550
ABMM
1405
ACES
1280
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7650
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1245
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1290
ALKA
298
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.49
-1.21%
-6.23
IHSG
6661.96
-0.96%
-64.41
LQ45
948.69
-1.15%
-11.08
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Wihh! Gaji Pelatih Asing Timnas Indonesia Rp2 Miliar per Bulan

ECONOMICS
Bima Setiyadi/iNews
Selasa, 09 November 2021 19:08 WIB
Demi mengangkat prestasi Timnas Indonesia dikancah kompetisi internasional, PSSI sudah berulang kali menunjuk pelatih asing dengan bayaran gaji tinggi.
Wihh! Gaji Pelatih Asing Timnas Indonesia Rp2 Miliar per Bulan (FOTO: PSSI)
Wihh! Gaji Pelatih Asing Timnas Indonesia Rp2 Miliar per Bulan (FOTO: PSSI)

IDXChannel - Demi mengangkat prestasi Timnas Indonesia dikancah kompetisi internasional, PSSI sudah berulang kali menunjuk pelatih asing dengan bayaran gaji tinggi.

Sebagaimana diketahui, bahkan saat ini Tim Garuda diarsiteki oleh Shin Tae-yong yang berasal dari Korea Selatan. 

Gaji pelatih sepak bola saat ini tidak bisa dipandang remeh. Mereka juga mendapat bayaran yang sangat besar, terlebih jika mempunyai prestasi mentereng.

Misalnya saja Luis Milla yang didatangkan pada 2016. Dilansir dari berbagai sumber, mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu tercatat sebagai pelatih termahal dalam sejarah sepak bola Indonesia. PSSI harus merogoh kocek Rp2 miliar setiap bulan untuk Milla dan asistennya.

Luis Milla dianggap berhasil mendongkrak performa Timnas Indonesia. Meski belum menghadirkan prestasi, namun banyak kalangan yang memuji performa Timnas Indonesia era Milla. Tim Merah Putih dinilai berani memperagakan permainan menyerang dari kaki ke kaki lewat kecepatan para winger muda.

Sementara pelatih asing sebelum Milla, Alfred Riedl, dikabarkan hanya menerima gaji Rp1,2 miliar per tahun saat menangani pasukan Garuda di Piala AFF 2016. Sempat diragukan kualitasnya, namun Riedl sukses mengantar Indonesia ke final meski akhirnya kalah dari Timnas Thailand.

Perbedaan gaji Riedl dan Milla cukup mencolok. Namun, banyak pihak menilai wajar karena level Milla memang berada di atas rata-rata pelatih yang pernah menangani Indonesia. Hanya saja, gaji yang kelewat tinggi membuat PSSI kewalahan. Kontraknya pun diputus beberapa pekan jelang Piala AFF 2018 digulirkan.

PSSI kemudian menunjuk Simon McMenemy sebagai gantinya pada Desember 2018. Gaji Simon dipastikan tak sama dengan Milla. Namun, pendapatan mantan pelatih Mitra Kukar itu berada di atas Riedl. PSSI ditaksir memberi gaji sekitar Rp2-3 miliar per tahun untuk Simon. Nilai gaji yang cukup besar jika dibandingkan dengan banderol pelatih asing di Liga 1.

Kemudian, pada 2019, PSSI kembali mengunakan pelatih asing Shin Tae-yong untuk menggantikan posisi Simon McMenemy yang dipecat akibat rentetan hasil buruk yang diterima Timnas Indonesia hingga turunnya rangking FIFA.
Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri, pada saat itu mengatakan gaji Shin Tae-yong hampir mendekati bayaran Luis Milla saat melatih Timnas Indonesia. PSSI harus mengeluarkan uang sebesar Rp2 miliar per bulan untuk menggaji Luis Milla selama hampir dua tahun melatih Timnas Indonesia.

"Gaji Shin Tae-yong hampir sama (dengan Luis Milla)," kata Cucu Soemantri pada akhir Desember 2019 lalu.

Dikutip dari berbagai sumber, Shin Tae-yong mendapatkan bayaran sebesar 500 ribu dolar Amerika Serikat atau setara Rp7 miliar saat menangani Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Baca pembahasan mengenai Timnas Indonesia selengkapnya di Sportstars.id melalui link berikut https://www.sportstars.id/tag/timnas-indonesia

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD