"Mari kita lihat apa sebetulnya yang mengakibatkan penurunan angka kematian kanker tersebut. Kita dapat ketahui dengan perubahan gaya hidup saja, perubahan lingkungan, perubahan behavior, itu dapat menurunkan risiko kanker," ungkap dia.
Ia menguraikan beberapa pola hidup sehat yang bisa diterapkan, seperti hindari kebiasaan merokok dan paparan asapnya, pola makan seimbang, memperbanyak asupan sayur, buah, serta bahan-bahan alami organik, membatasi konsumsi alkohol.
Selain itu menjaga fisik juga penting seperti diantaranya rutin berolahraga guna menjaga Indeks Massa Tubuh (IMT/BMI) ideal serta mencegah obesitas, menjaga kebersihan diri (personal hygiene), melakukan vaksinasi pencegah kanker, seperti vaksin Hepatitis B dan vaksin HPV (Human Papillomavirus) yang efektif menekan risiko kanker serviks.
"Jika secara kolektif kita melakukan ini semua pada populasi besar, maka kita dapat menurunkan angka kejadian kanker dan angka kematian akibat kanker tersebut," tambah Dr. Khoo.
Selain gaya hidup, faktor kunci lain yang berhasil menekan angka kematian adalah efektivitas penapisan (skrining) dini. Namun, tantangan besar masih dihadapi Indonesia, di mana tingkat kesadaran akan skrining rutin dinilai perlu ditingkatkan.