Menurut data yang dipaparkan dirinya, menunjukan bahwa risiko seseorang terdiagnosis kanker di Indonesia cukup nyata. Diprediksi sekitar 1 dari 7 warga Indonesia terdiagnosis kanker saat mencapai usia 75 tahun. Angka ini menghasilkan sekitar 480.000 kasus baru setiap tahun dengan angka kematian mencapai 283.000 jiwa per tahun.
Sebagai perbandingan, di Singapura parameternya mencapai 1 dari 4 orang, yang terbesar dari angka kejadian ini dialami oleh kaum wanita, terutama akibat kanker payudara dan kanker serviks. Sayangnya, mayoritas pasien baru memeriksakan diri ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut.
"Dari semua yang didiagnosis kanker, wanita merupakan yang paling besar, dan itu terutama akibat kanker payudara dan juga kanker serviks. Dan masalah lainnya adalah kanker-kanker tersebut banyak sekali yang didiagnosis pada stadium akhir, stadium 3 dan stadium 4, di mana kemungkinan untuk disembuhkannya itu jauh lebih rendah," pungkas dia.
(Nadya Kurnia)