sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AI di Industri Hiburan, Anugerah Musik Indonesia Yakin Musisi dan Kreator Tak Akan Tergantikan

Ecotainment editor Mei Sada
22/09/2026 14:18 WIB
Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI), Candra Darusman, menilai teknologi tersebut bukanlah pengganti manusia dalam menciptakan musik.
AI di Industri Hiburan, Anugerah Musik Indonesia Yakin Musisi dan Kreator Tak Akan Tergantikan. (Foto: MNC Media)
AI di Industri Hiburan, Anugerah Musik Indonesia Yakin Musisi dan Kreator Tak Akan Tergantikan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menjadi persoalan yang tak bisa dihindari industri musik. Teknologi ini semakin mudah digunakan dalam proses kreatif. 

Mulai dari membantu produksi hingga menghasilkan berbagai elemen dalam sebuah karya. Penggunaan AI juga menjadi salah satu yang dibahas di AMI Awards. 

Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI), Candra Darusman, menilai teknologi tersebut bukanlah pengganti manusia dalam menciptakan musik. Menurutnya, AI lebih tepat ditempatkan sebagai alat bantu bagi para musisi dan kreator.

“AI tidak bisa kita mungkiri, tidak bisa kita nafikan. Tapi saya rasa AI itu hanya sebagai asisten ya, alat bantu,” kata Candra saat konferensi pers pengumuman nominasi AMI Awards 2026 di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Menurut Candra, perkembangan teknologi tetap perlu diikuti oleh industri musik. Namun, penggunaan AI tidak lantas membuat peran manusia dalam proses kreatif menjadi hilang.

Ia justru menilai sentuhan personal dari seorang kreator tetap menjadi bagian yang membedakan sebuah karya.

“Pada akhirnya hati manusianya atau hati kreatornyalah yang akan menonjol,” ujarnya.

Candra menyebut ada satu hal yang tidak boleh dilupakan ketika membicarakan AI dalam musik. Menurutnya, teknologi AI juga dibangun dari kumpulan data dan warna musik yang sebelumnya dihasilkan manusia. 

Karena itu, keberadaan AI dan kreativitas manusia menurutnya tidak harus ditempatkan sebagai dua hal yang saling berlawanan.

“Jangan lupa bahwa AI itu juga kumpulan dari warna-warna musik yang dibuat oleh manusia juga,” tutur Candra.

Ia pun melihat tantangannya sekarang adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan dan dipadukan dengan kreativitas manusia.

“Bagaimana memadukannya itu kita tidak bisa menutup mata, tapi tetap peran manusia itu lebih dominan daripada mesinnya, daripada teknologinya,” pungkasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement