Pelaksana Jakim tahun ini diikuti 45.500 peserta. Jumlah itu meningkat sekitar 47 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun 2025 yang diikuti sekitar 31 ribu pelari.
Dia menilai, kelancaran kegiatan tersebut menunjukkan kesiapan Jakarta dalam menggelar ajang olahraga besar sekaligus memperkuat posisi ibu kota sebagai destinasi sport tourism.
Dalam ajang tersebut, dia juga turut ambil bagian sebagai peserta kategori 10K. Sepanjang rute, Pramono turut memantau pelaksanaan lomba, termasuk kelancaran jalur, kesiapan petugas, serta pengaturan arus peserta.
"Keberhasilan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon 2026 ini menjadi bukti bahwa Jakarta memiliki kapasitas, infrastruktur, dan dukungan masyarakat yang kuat untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga berskala internasional," ujarnya.
“Selama berlari, saya melihat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan secara matang. Salah satu faktor penting adalah pengamanan dan pengaturan jalur lomba yang telah disosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat,” kata Pramono.
(Dhera Arizona)