AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Bill Gates Sebut Dunia Tak Siap Hadapi Pandemi Besar Berikutnya

ECOTAINMENT
Syarifudin/Sindonews
Rabu, 15 September 2021 11:01 WIB
Selama ini berbagai saran Bill and Melinda Gates Foundation memandu sebagian besar tanggapan global terhadap pandemi Covid-19.
Bill Gates Sebut Dunia Tak Siap Hadapi Pandemi Besar Berikutnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bill and Melinda Gates Foundation memperingatkan, kalau dunia tidak siap untuk menghadapi pandemi besar berikutnya. Peringatan itu diungkapkan yayasan dalam laporan tahunan yang dirilis pada Selasa (14/9/2021). 

Selama ini berbagai saran Bill and Melinda Gates Foundation memandu sebagian besar tanggapan global terhadap pandemi Covid-19

Laporan tahunan yayasan tersebut mengeluhkan peningkatan kemiskinan yang disebabkan “oleh Covid-19”. Menurut laporan itu, banyak dampak kerusakan terkait virus tersebut berasal dari penutupan (lockdown) ekonomi yang diberlakukan pemerintah yang sering mengikuti saran mereka dari Gates Foundation dan lembaga terkait. 

Namun, laporan itu pada akhirnya memberikan nada optimis pada dampak kerusakan, karena ada hal-hal yang bisa jauh lebih buruk. 

“Vaksinasi anak-anak hanya turun setengah dari yang diperkirakan, dan ekonomi beberapa negara kaya sudah pulih,” ungkap laporan itu. 

“Berbagai perusahaan vaksin mRNA melihat peluang dan berinvestasi di Afrika serta daerah miskin lainnya di dunia. Setelah mungkin menyadari betapa banyak peluang ekonomi menunggu mereka di sana,” papar laporan tersebut. 

Laporan itu memuji infrastruktur vaksin yang luas. Yayasan itu telah membantu mendanai berbagai program vaksinasi selama beberapa dekade sebelumnya. 

Menurut laporan itu, vaksinasi mendorong keberhasilan dunia dalam memerangi virus, bahkan ketika perusahaan vaksin mRNA telah mengakui mereka tidak mencegah penularan Covid-19 dan seseorang mungkin memerlukan suntikan booster tambahan. 

Laporan itu sebagian besar memperlakukan Covid-19 sebagai sesuatu dari masa lalu dan menyatakan kemenangan atas virus tersebut.

Yayasan itu juga memperingatkan dunia tentang perlunya meningkatkan investasi infrastruktur jangka panjang agar siap menghadapi pandemi berikutnya. 

Banyak negara masih terpuruk dalam kasus Covid-19, sementara yang lain telah mengendalikan virus tetapi ekonomi mereka hancur atau mengorbankan banyak kebebasan dalam prosesnya. 

Ironisnya, yayasan tersebut memperingatkan publik agar beralih dari upaya pemulihan. Laporan itu menyatakan, “Risiko yang sangat nyata bahwa negara-negara dan komunitas berpenghasilan tinggi akan mulai memperlakukan Covid-19 seperti epidemi kemiskinan lainnya: Bukan masalah kita.” 

Pendiri Microsoft yang berubah menjadi miliarder filantropis, Bill Gates, telah menjaga profil tak terlalu mencolok beberapa bulan terakhir setelah perceraian dari istrinya Melinda French Gates. 

Selama ini Bill Gates menjalankan yayasan itu bersama istrinya. Pasangan itu berpisah pada Mei setelah 27 tahun menikah, dilaporkan karena terkait persahabatan Gates dengan pedofil Jeffrey Epstein yang telah meninggal dunia. 

Gates juga mencopot dirinya dari posisi dewan sesama miliarder perusahaan investasi Berkshire Hathaway, dan bahkan meninggalkan dewan Microsoft tahun lalu setelah penyelidikan yang dilaporkan atas perselingkuhan di luar nikah dengan seorang karyawan. 

Setelah kehadiran di sejumlah tayangan televisi tentang pandemi, dia sebagian besar tidak terlihat sejak berpisah dengan Melinda. 

Tak satu pun dari ini, tentu saja, masuk ke dalam laporan tahunan Gates Foundation, yang menekankan perlunya menanggapi krisis “bertahun-tahun sebelum itu terjadi” melalui kemitraan dengan yayasan seperti mereka. 

Laporan tersebut menyimpulkan, kemitraan adalah satu-satunya cara umat manusia mewujudkan Tujuan Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2030. 

Tujuan Global PBB berisi serangkaian 15 kemajuan yang secara teoritis untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup di seluruh dunia.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD